Iklan

iklan

1.715 KPM di Caringin Gagal Cairkan PKH-BPNT, Dugaan Permainan Data Mencuat

KilasInfo.id
Rabu, 19 Agustus 2026 | 5:03 PM WIB Last Updated 2026-08-19T10:10:36Z
Foto: Dok. (Awaludin) Nampak dalam gambar para penerima manfaat PKH/BPNT berkumpul di salah satu rumah warga desa tangkil 

KILAS INFO | BOGOR — Sebanyak 1.715 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, hingga kini belum dapat mencairkan bantuan sosial (bansos) yang mereka terima.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan penerima manfaat. Terhentinya pencairan bantuan diduga berkaitan dengan sejumlah persoalan, mulai dari pemutakhiran dan ketidaksesuaian data hingga dugaan penggunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sejumlah KPM mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai alasan bantuan yang sebelumnya rutin diterima tiba-tiba tidak dapat dicairkan. Mereka mempertanyakan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kendala sistem, perubahan kebijakan, atau persoalan pada data penerima.

Dihubungi awak media melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, YN (inisial), salah seorang KPM asal Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, mengatakan bantuan yang diterimanya bukan sekadar mengalami gagal pencairan. Menurut dia, terdapat dugaan penggunaan data pribadinya untuk kepentingan tertentu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

YN menilai keluarganya masih memenuhi ketentuan sebagai penerima bansos.

" Kami sangat terkejut bantuan tiba-tiba tidak cair. Setelah dicek, ternyata datanya diduga digunakan oleh oknum pihak yang tidak bertanggung jawab. Padahal secara syarat dan ketentuan, kami masih masuk kategori yang layak menerima bantuan," ungkap warga tersebut," tutur YN, Rabu (19/8/2026).

Persoalan lain juga muncul dari sebagian penerima manfaat yang mengaku terpaksa melakukan pinjaman online akibat kebutuhan hidup yang mendesak. Kondisi tersebut disebut-sebut dapat berkaitan dengan status penerimaan bantuan mereka.
Foto: Dok. (Awaludin) Nampak dalam gambar Pendamping PKH/BPNT Desa Tangkil sedang berbincang dengan salah satu penerima manfaat 

Terpisah, Pendamping PKH/BPNT Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Septian, membenarkan bahwa sebanyak 1.715 KPM belum dapat mencairkan bantuan. Ia mengatakan pihak pendamping masih berupaya memastikan KPM yang memenuhi persyaratan tetap memperoleh bantuan.

" Memang benar adanya. Kami masih berusaha agar KPM yang layak tetap mendapatkan bansos," ucapnya.

Menurut Septian, persoalan yang ditemukan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan satu faktor. Ia menyebut adanya dugaan penggunaan data penerima oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta ketidaktahuan sebagian warga terhadap ketentuan yang dapat memengaruhi status bantuan.

" Bantuan yang tiba-tiba terhenti ini diduga kuat datanya telah digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, ada juga warga yang belum paham meski sudah sering kami ingatkan. Sebagian mengaku terpaksa melakukan pinjaman karena kebutuhan hidup yang memang sangat mendesak," sambung Septian membeberkan kondisi dilapangan.

Sebelumnya, Ketua Tim PKH Kecamatan Caringin, Jafar Wahdi, juga menyampaikan bahwa penghentian atau belum cairnya bantuan dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya berkaitan dengan keterlibatan penerima manfaat dalam aktivitas yang dapat menyebabkan bantuan dihentikan, termasuk judi online.
Foto: Dok. (Awaludin) Pendamping PKH/BPNT Desa Tangkil terjun ke lapangan telusuri dugaan gagalnya pencairan dana bantuan sosial 

" Mudah-mudahan angka tersebut tidak terus meningkat. Kami akan terus berusaha mengedukasi keluarga penerima manfaat agar selalu menghindari hal-hal yang dapat menghentikan bantuan ini," harapnya.

Menurut Jafar, pemerintah melalui Kementerian Sosial melakukan pemutakhiran dan verifikasi data penerima secara berkala. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran maupun ketidaksesuaian data, bantuan dapat dihentikan, baik sementara maupun permanen.

Di tengah belum cairnya bantuan terhadap 1.715 KPM tersebut, proses verifikasi dan penelusuran masih dilakukan oleh pendamping bersama instansi terkait. Langkah itu dilakukan untuk memastikan status masing-masing penerima sekaligus mengetahui penyebab bantuan tidak dapat dicairkan.

Persoalan tersebut kini menyisakan sejumlah pertanyaan yang masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut, terutama terkait validitas data penerima, dugaan penggunaan data pribadi, serta faktor yang menjadi dasar penghentian atau tertundanya pencairan bantuan bagi ribuan KPM di Kecamatan Caringin.

Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 1.715 KPM di Caringin Gagal Cairkan PKH-BPNT, Dugaan Permainan Data Mencuat

Trending Now

Iklan

iklan