| Foto: Dok. (Awaludin) Kondisi memprihatinkan dialami Neneng, seorang janda warga Kampung Gumbeng RT 05/RW 03, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Ia bersama keluarganya bertahan hidup di rumah yang jauh dari kategori layak huni dan mengaku belum pernah tersentuh bantuan sosial pemerintah |
KILAS INFO | BOGOR - Kondisi memprihatinkan dialami Neneng, seorang janda warga Kampung Gumbeng RT 05/RW 03, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Ia bersama keluarganya bertahan hidup di rumah yang jauh dari kategori layak huni dan mengaku belum pernah tersentuh bantuan sosial pemerintah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah yang ditempati Neneng berdinding papan lapuk dan beratap tidak layak, sehingga tidak memberikan rasa aman bagi penghuninya. Di tengah keterbatasan itu, Neneng harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Untuk bertahan, Neneng bekerja sebagai buruh cuci dan gosok dengan upah tidak menentu. Penghasilan tersebut kerap tidak mencukupi, sehingga ia harus bergantung pada bantuan kerabat untuk kebutuhan pangan.
Kondisi ekonomi keluarga diperparah dengan pekerjaan kedua anaknya yang juga tidak tetap. Keduanya bekerja sebagai buruh harian di lokasi pencucian sepeda motor yang berbeda, termasuk anak perempuannya yang bekerja di wilayah Jonggol. Pendapatan mereka bergantung pada jumlah kendaraan yang datang setiap hari.
" Rumah sudah begini, tidak pernah dapat bantuan apa pun dari pemerintah," keluh Neneng," Jumat (18/9/2026).
| Foto: Dok. (Awaludin) Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah yang ditempati Neneng berdinding papan lapuk dan beratap tidak layak, sehingga tidak memberikan rasa aman bagi penghuninya. Di tengah keterbatasan itu, Neneng harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari |
" Anak-anak ikut bekerja cuci motor, penghasilannya tidak menentu. Kalau ada kerjaan, alhamdulillah bisa beli beras. Kalau tidak ada, ya kadang saudara yang bantu," jelasnya.
Lanjut Neneng: " Untuk perbaiki rumah, mana ada biayanya. Yang penting makan dulu".
Neneng menegaskan, keluarganya tidak menuntut kemewahan. Harapan mereka hanya memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak serta perhatian yang setara sebagai warga negara.
" Ditengah himpitan ekonomi. Kami tidak meminta kemewahan, hanya ingin seperti warga lainnya mendapat perhatian pemerintah," pintanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Sirnagalih belum memberikan keterangan resmi terkait alasan keluarga Neneng belum terdata sebagai penerima bantuan sosial maupun program perbaikan rumah tidak layak huni.
Reporter: Ayub

