Iklan

iklan

Luput dari Bansos, Janda di Jonggol Bertahan di Rumah Tak Layak Huni

KilasInfo.id
Jumat, 18 September 2026 | 1:35 PM WIB Last Updated 2026-09-18T06:39:24Z
Foto: Dok. (Awaludin) Kondisi memprihatinkan dialami Neneng, seorang janda warga Kampung Gumbeng RT 05/RW 03, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Ia bersama keluarganya bertahan hidup di rumah yang jauh dari kategori layak huni dan mengaku belum pernah tersentuh bantuan sosial pemerintah

KILAS INFO | BOGOR - Kondisi memprihatinkan dialami Neneng, seorang janda warga Kampung Gumbeng RT 05/RW 03, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Ia bersama keluarganya bertahan hidup di rumah yang jauh dari kategori layak huni dan mengaku belum pernah tersentuh bantuan sosial pemerintah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah yang ditempati Neneng berdinding papan lapuk dan beratap tidak layak, sehingga tidak memberikan rasa aman bagi penghuninya. Di tengah keterbatasan itu, Neneng harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Untuk bertahan, Neneng bekerja sebagai buruh cuci dan gosok dengan upah tidak menentu. Penghasilan tersebut kerap tidak mencukupi, sehingga ia harus bergantung pada bantuan kerabat untuk kebutuhan pangan.

Kondisi ekonomi keluarga diperparah dengan pekerjaan kedua anaknya yang juga tidak tetap. Keduanya bekerja sebagai buruh harian di lokasi pencucian sepeda motor yang berbeda, termasuk anak perempuannya yang bekerja di wilayah Jonggol. Pendapatan mereka bergantung pada jumlah kendaraan yang datang setiap hari.

" Rumah sudah begini, tidak pernah dapat bantuan apa pun dari pemerintah," keluh Neneng," Jumat (18/9/2026).
Foto: Dok. (Awaludin) Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah yang ditempati Neneng berdinding papan lapuk dan beratap tidak layak, sehingga tidak memberikan rasa aman bagi penghuninya. Di tengah keterbatasan itu, Neneng harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

" Anak-anak ikut bekerja cuci motor, penghasilannya tidak menentu. Kalau ada kerjaan, alhamdulillah bisa beli beras. Kalau tidak ada, ya kadang saudara yang bantu," jelasnya.

Lanjut Neneng: " Untuk perbaiki rumah, mana ada biayanya. Yang penting makan dulu".

Neneng menegaskan, keluarganya tidak menuntut kemewahan. Harapan mereka hanya memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak serta perhatian yang setara sebagai warga negara.

" Ditengah himpitan ekonomi. Kami tidak meminta kemewahan, hanya ingin seperti warga lainnya mendapat perhatian pemerintah," pintanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Sirnagalih belum memberikan keterangan resmi terkait alasan keluarga Neneng belum terdata sebagai penerima bantuan sosial maupun program perbaikan rumah tidak layak huni.

Reporter: Ayub
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Luput dari Bansos, Janda di Jonggol Bertahan di Rumah Tak Layak Huni

Trending Now

Iklan

iklan