Iklan

iklan

Puncak Karhutla di September, Menhut Ingatkan Jambi Jangan Lengah Meski Hotspot Sempat Nol

KilasInfo.id
Rabu, 02 September 2026 | 5:44 PM WIB Last Updated 2026-09-02T10:47:36Z
Foto: Dok. (Awaludin) Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan September sebagai periode paling krusial dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Seluruh unsur pemerintah daerah hingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan


KILAS INFO | JAMBI - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan September sebagai periode paling krusial dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Seluruh unsur pemerintah daerah hingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Pernyataan itu disampaikan usai pemantauan udara karhutla di Provinsi Jambi, Rabu (2/9/2026). Pemantauan dilakukan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, serta unsur TNI dan Polri.

Menurut Raja Antoni, secara nasional penanganan masih terfokus di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kedua provinsi tersebut mengalami kenaikan titik panas dan menjadi prioritas penanganan.

“Namun sekali lagi harus dijaga secara baik. Karena sekali lagi puncak karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini,” kata Menhut Raja Antoni.

Untuk Jambi, ia menilai tren penanganan menunjukkan perbaikan. Data per Selasa (1/9) pukul 23.59 WIB, hotspot tercatat nol. Namun pada Rabu pagi, jumlah titik panas kembali bertambah.

Kementerian Kehutanan meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan kebakaran aktual di lapangan atau fire spot.

“Khusus di Jambi seperti yang saya katakan tadi, trennya baik. Bahkan per hari kemarin hotspotnya 0. Cuman itu data per jam 23.59 hari yang lalu. Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spotnya dicek kembali tadi saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke,” ujar Menhut Raja Antoni.

Ia menekankan, fluktuasi data tersebut menjadi alasan kewaspadaan tidak boleh kendur selama September. Penanganan karhutla, kata dia, tidak bisa dibebankan pada satu institusi.

“Jadi semua saya harap, Pemda, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini,” kata Menhut Raja Antoni.

Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puncak Karhutla di September, Menhut Ingatkan Jambi Jangan Lengah Meski Hotspot Sempat Nol

Trending Now

Iklan

iklan