Iklan

iklan

September Jadi Periode Kritis, Jambi Kejar Hujan untuk Padamkan Karhutla

KilasInfo.id
Rabu, 02 September 2026 | 5:54 PM WIB Last Updated 2026-09-02T10:56:48Z
Foto: Dok. (Awaludin) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pertumbuhan awan hujan di Provinsi Jambi akan meluas pada 10-15 September 2026. Momentum itu akan dimaksimalkan pemerintah pusat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di tengah tren kenaikan titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

KILAS INFO | JAMBI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pertumbuhan awan hujan di Provinsi Jambi akan meluas pada 10-15 September 2026. Momentum itu akan dimaksimalkan pemerintah pusat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di tengah tren kenaikan titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prediksi tersebut disampaikan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono, dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Jambi, Selasa (2/9/2026).

Saat ini, kata Ibnu, pembentukan awan hujan masih terbatas di sejumlah wilayah. Cakupan awan diprakirakan baru akan meluas dan efektif untuk OMC pada periode 10-15 September.

Rakor tersebut dipimpin Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Jambi Al Haris.

Menteri Kehutanan menegaskan operasi modifikasi cuaca menjadi strategi utama penanganan karhutla pada September yang dinilai sebagai bulan kritis.

"Yang paling efektif itu OMC, itu nggak ada lawan. Baik itu hujan alami maupun OMC, hujan. Karena hanya dengan OMC itu persoalan karhutla dapat diselesaikan," klaim Raja Juli Antoni.

Pernyataan itu disampaikan di tengah kondisi karhutla Jambi yang belum sepenuhnya terkendali. Raja Juli Antoni mengakui jumlah hotspot kembali bertambah pada Selasa pagi. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengecek ulang kebenaran fire spot di lapangan.

"Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spot-nya dicek kembali," ujarnya.

Pemerintah mengklaim tren karhutla relatif membaik, namun belum merinci data perbandingan jumlah hotspot maupun luas lahan terbakar.

Menhut meminta pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat terlibat dalam upaya pencegahan.

Awaludin 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • September Jadi Periode Kritis, Jambi Kejar Hujan untuk Padamkan Karhutla

Trending Now

Iklan

iklan