Iklan

iklan

Tolak Kumuh, Ketua KRL Ciderum Minta TPS Rapi Agar Warga Tergerak

KilasInfo.id
Kamis, 10 September 2026 | 8:37 PM WIB Last Updated 2026-09-10T13:43:18Z
Foto: Dok. (Awaludin) Dorongan untuk menghadirkan tempat pengelolaan sampah yang bersih, rapi, dan jauh dari kesan kumuh mengemuka dalam Workshop Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Wilayah Selatan yang digelar di UDIKLAT PLN, Cisarua

KILAS INFO | BOGOR - Dorongan untuk menghadirkan tempat pengelolaan sampah yang bersih, rapi, dan jauh dari kesan kumuh mengemuka dalam Workshop Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Wilayah Selatan yang digelar di UDIKLAT PLN, Cisarua, pada Kamis (10/09/2026).

Harapan itu disampaikan Baesuni, Ketua KRL Terpadu RT 03/RW 08, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Menurutnya, penampilan TPS menjadi kunci utama untuk menumbuhkan kepedulian kolektif warga.

" Kami berharap tempat pengelolaan sampah yang kami kelola tidak memberikan kesan kotor atau kumuh. Jika tertata rapi dan bersih, insya Allah warga akan tertarik untuk ikut bersama-sama peduli lingkungan," ujar Baesuni.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mencatat masih ada sejumlah kebutuhan mendasar yang belum dimiliki KRL. Salah satunya adalah sarana penunjang kerapian di lokasi pembuangan.

Ia menyoroti belum tersedianya wadah khusus untuk menampung material rongsokan yang telah dipilah, sehingga penataan belum bisa maksimal.
Foto: Dok. (Awaludin) Harapan itu disampaikan Baesuni, Ketua KRL Terpadu RT 03/RW 08, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Menurutnya, penampilan TPS menjadi kunci utama untuk menumbuhkan kepedulian kolektif warga

" Peralatan yang dibutuhkan kita harus punya, agar semuanya terlihat rapi dan teratur," katanya.

Catatan itu sejalan dengan materi penting yang dibahas dalam workshop tersebut. Setidaknya ada empat agenda strategis yang menjadi fokus bersama.

Pertama, pembentukan KRL baru dengan target setiap RW memiliki satu KRL agar gerakan lingkungan merata. 

Kedua, menjadikan pola keberhasilan pengelolaan KRL dari Kranggan, Bekasi sebagai acuan percontohan. 

Ketiga, pembuatan kompos sederhana dengan memanfaatkan wadah bekas seperti galon, ember, dan drum. 
Foto: Dok. (Awaludin) Workshop yang sarat gagasan itu sendiri diikuti perwakilan dari 8 kecamatan di wilayah selatan Bogor, yakni Caringin, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Cisarua, Megamendung, dan Tamansari

Keempat, teknik budidaya magot yang dibagikan sebagai solusi pengolahan sampah organik yang bernilai ekonomi.

Workshop yang sarat gagasan itu sendiri diikuti perwakilan dari 8 kecamatan di wilayah selatan Bogor, yakni Caringin, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Cisarua, Megamendung, dan Tamansari.

Dari forum lintas kecamatan itu, Baesuni menitipkan satu harapan besar agar semua aspirasi tidak berhenti menjadi wacana.

" Yang kami harapkan seluruh masukan dan hasil kegiatan segera diwujudkan menjadi langkah nyata di masing-masing wilayah," harapnya.

Reporter: Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tolak Kumuh, Ketua KRL Ciderum Minta TPS Rapi Agar Warga Tergerak

Trending Now

Iklan

iklan