| Foto: Dok. (Agam KI) Ambulans Bawa Balita Kejang Terhambat Cekcok di Jalan, Etika Berbagi Ruang Publik Disorot |
KILAS INFO | DEPOK – Peristiwa cekcok antara relawan pengawalan ambulans dan seorang pengguna sepeda motor terjadi di tengah kepadatan lalu lintas Jalan Raya Sawangan, Depok. Perselisihan tersebut sempat menjadi perhatian warga dan berdampak pada pergerakan ambulans yang tengah membawa pasien balita dalam kondisi darurat.
Pantauan awak media Kilasinfo.id di lokasi, insiden bermula ketika relawan pengawal ambulans dan seorang pengendara sepeda motor dari arah berlawanan sama-sama mempertahankan jalur. Di tengah arus kendaraan yang padat serta suara sirene ambulans, keduanya terlibat adu mulut.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, relawan tersebut tengah menjalankan kegiatan sosial untuk membantu membuka akses bagi ambulans. Kendaraan tersebut diketahui sedang membawa seorang balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang-kejang dan hendak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam kondisi darurat, sopir ambulans berupaya mempercepat perjalanan dengan bantuan relawan pengawal menggunakan sepeda motor. Relawan bertugas membantu membuka ruang di tengah kepadatan lalu lintas agar ambulans dapat melintas menuju rumah sakit.
Namun, ketika melintas di Jalan Raya Sawangan, tepatnya di depan Sekolah Cakra Buana, ambulans bersama relawan berhadapan dengan seorang pengendara sepeda motor dari arah berlawanan.
Pengendara tersebut merasa berada pada jalur yang semestinya, sementara relawan berupaya membuka akses untuk ambulans. Perbedaan pandangan mengenai penggunaan ruang jalan itu kemudian berkembang menjadi cekcok.
Perselisihan tersebut berlangsung ketika kondisi lalu lintas sedang padat. Adu mulut antara kedua pengendara bahkan sempat menarik perhatian pengguna jalan lainnya. Situasi itu turut membuat pergerakan ambulans yang membawa pasien balita mengalami hambatan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan jalan raya dalam situasi darurat membutuhkan sikap saling memahami dan mengutamakan keselamatan. Ambulans yang membawa pasien dalam kondisi kritis membutuhkan ruang untuk bergerak, sementara pengguna jalan juga tetap memiliki hak atas keselamatan dan ruang berkendara.
Karena itu, ketika mendengar sirene ambulans atau melihat kendaraan darurat hendak melintas, pengguna jalan diharapkan tidak mengambil keputusan berdasarkan ego atau merasa paling berhak atas jalur. Memberikan ruang secara aman dan proporsional dapat membantu kendaraan darurat mencapai tujuan lebih cepat.
Sebaliknya, pengawalan ambulans oleh relawan juga perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh pengguna jalan serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik.
Ruang publik merupakan fasilitas bersama. Ketika berhadapan dengan situasi darurat, kepedulian, komunikasi, dan pengendalian diri menjadi bagian penting untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang justru menghambat proses pertolongan.
Agam

