Iklan

iklan

Tunas Muda Indonesia Rawat Tradisi Cimande, Kenaikan Tingkat Jadi Uji Disiplin dan Karakter

KilasInfo.id
Selasa, 25 Agustus 2026 | 4:31 PM WIB Last Updated 2026-08-25T09:36:32Z
Foto: Dok. (Awaludin) Perguruan seni bela diri pencak silat Tunas Muda Indonesia, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menggelar kenaikan tingkat melalui festival pencak silat di Padepokan Simha Tanra Gede Nitis, Kampung Cimande, RT 01/01, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Selasa (25/8/2026)

KILAS INFO | BOGOR — Perguruan seni bela diri pencak silat Tunas Muda Indonesia, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menggelar kenaikan tingkat melalui festival pencak silat di Padepokan Simha Tanra Gede Nitis, Kampung Cimande, RT 01/01, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti murid dari berbagai tingkatan. Mereka menampilkan jurus dan teknik pencak silat dengan iringan musik tradisional Sunda di hadapan para penonton yang memadati padepokan.

Festival ini menjadi bagian dari agenda kenaikan tingkat yang rutin digelar setiap tahun. Selain menguji kemampuan bela diri, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para murid untuk mengenal dan mempertahankan tradisi pencak silat, khususnya aliran Cimande yang berkembang di wilayah Caringin dan sekitarnya.

Ketua Umum Perguruan Silat Tunas Muda Indonesia, Pahrudin atau yang akrab disapa Kang Uplek, mengatakan kenaikan tingkat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Menurut dia, kedisiplinan, penguasaan teknik, karakter, dan kepribadian menjadi bagian dari penilaian.

" Helaran seni bela diri ini menampilkan gerakan khas pencak silat cimande, dan demonstrasi jurus, keanggunan gerakan serta ketangkasan selaras dengan nilai-nilai kesopanan dan keteguhan hati yang menjadi inti ajarannya," jelasnya, Selasa (25/8/2026).

Menurut Kang Uplek, kegiatan kenaikan tingkat secara rutin digelar di Padepokan Simha Tanra Gede Nitis. Ia menilai antusiasme peserta menjadi salah satu tanda bahwa tradisi pencak silat masih mendapat tempat di kalangan generasi muda.

" Kegiatan ini setiap tahunnya digelar di Padepokan Simha Tanra Gede Nitis, dan setiap tahunnya semangat murid selalu luar biasa, ini membuktikan warisan budaya kita tetap hidup dan tumbuh subur di hati generasi penerus," terangnya.

Ia juga mengingatkan para murid agar kemampuan bela diri diikuti dengan sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

" Selain mahir berlatih bela diri, saya berpesan kepada seluruh anggota; tetaplah pegang teguh sopan santun, hormati orang tua, guru, serta sesama saudara, jadilah pemuda yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa," harapnya.

Kang Uplek berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dengan kualitas yang lebih baik dan memberi manfaat lebih luas bagi para peserta serta lingkungan sekitar.

Ia menegaskan, kegiatan kenaikan tingkat bukan semata-mata menjadi ajang menunjukkan kemampuan bela diri. Menurut dia, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan pembentukan karakter dan pengenalan kembali nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pencak silat.

" Helaran ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan atau kenaikan tingkat, melainkan sarana pendidikan watak, penguatan jati diri bangsa, serta wujud cinta warisan budaya asli Nusantara," katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan di lingkungan perguruan tetap terjaga sekaligus mendorong perkembangan pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

" Kami inginkan semangat yang sudah terjalin tetap menyala, kebersamaan terus terjaga, dan Tunas Muda Indonesia makin berkembang pesat demi kejayaan Pencak Silat di masa mendatang," pungkasnya.

Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tunas Muda Indonesia Rawat Tradisi Cimande, Kenaikan Tingkat Jadi Uji Disiplin dan Karakter

Trending Now

Iklan

iklan