Iklan

iklan

Dampak Karhutla Mengancam Orangutan, Menteri Kehutanan Perketat Penyelamatan Satwa di Kalbar

KilasInfo.id
Rabu, 09 September 2026 | 8:33 PM WIB Last Updated 2026-09-09T13:38:20Z
Keterangan Gambar: Menurut Raja Antoni, dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia. Satwa liar menjadi kelompok paling rentan karena tidak mampu menghindar dan melaporkan kondisinya saat habitatnya terbakar

KILAS INFO | KALBAR - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap satwa liar, khususnya orangutan, menjadi perhatian Kementerian Kehutanan. Menteri Kehutanan Raja Antoni menyatakan akan memperketat operasi penyelamatan satwa seiring dengan upaya pemadaman api di lapangan.

Menurut Raja Antoni, dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia. Satwa liar menjadi kelompok paling rentan karena tidak mampu menghindar dan melaporkan kondisinya saat habitatnya terbakar.

Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2026).

“Jadi sebenarnya sudah banyak kerja yang dilakukan antara Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Barat, Pak Kepala Dinas juga, dengan mitra-mitra ya, termasuk YIARI. Kerja sama selama ini berjalan dengan baik, namun dalam konteks karhutla ini, kita kerja samanya lebih diperkuat lagi,” ujar Menhut Raja Antoni.

Kementerian Kehutanan menyiapkan dua langkah. Pertama, mengintensifkan patroli di kawasan rawan dan meningkatkan sosialisasi kepada warga untuk melapor jika menemukan orangutan keluar dari hutan dan masuk ke permukiman melalui call center yang telah disiapkan.

Kecepatan pelaporan dinilai menjadi kunci untuk mencegah kematian satwa akibat paparan asap.

“Kecepatan melaporkan dan kecepatan untuk me-rescue ini sangat penting, karena semakin lama orangutannya mengalami misalkan penyakit pernapasan ya, dari dampak karhutla, dan terlambat untuk di-treatment secara baik, nah itu akan mengakibatkan fatal,” katanya.
Keterangan Gambar: Menurut Raja Antoni, dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia. Satwa liar menjadi kelompok paling rentan karena tidak mampu menghindar dan melaporkan kondisinya saat habitatnya terbakar. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat

Langkah kedua, memperkuat dukungan logistik dan medis bagi mitra konservasi di lapangan. Bantuan yang disiapkan meliputi pompa air, pipa dan selang untuk pembasahan area penyangga, serta peralatan medis seperti tabung oksigen dan nebulizer. Kementerian juga membuka opsi pengerahan dokter hewan dari balai konservasi di daerah yang tidak terdampak jika kondisi darurat meningkat.

“Jadi apinya kita usahakan padam, padamkan ya, tapi di saat bersamaan, langkah emergensi untuk rescue ini menjadi sangat penting sekali,” tegas Menhut.

Satwa yang berhasil dievakuasi, kata dia, akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dilepasliarkan kembali. Pelepasliaran akan dilakukan secepat mungkin ke habitat yang dinilai aman dari karhutla untuk menjaga perilaku liar orangutan dan mencegah stres akibat terlalu lama di kandang.

Reporter: Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dampak Karhutla Mengancam Orangutan, Menteri Kehutanan Perketat Penyelamatan Satwa di Kalbar

Trending Now

Iklan

iklan